Harapan Pengusaha dan DPR Pada Bos Baru Pajak

Harapan Pengusaha dan DPR Pada Bos Baru Pajak

Pengusaha dan DPR menilai Robert Pakpahan mampu memenuhi harapan banyak pihak dalam memimpin Direktorat Jenderal Pajak.

Wakil Ketua Apindo Suryadi Sasmita melihat, Robert merupakan sosok yang berpengalaman, sehingga bisa menjalankan tugasnya sebagai pengumpul pajak tanpa harus menakut-nakuti wajib pajak, termasuk kalangan pengusaha.

“Orangnya cool, suka senyum, dan mudah dekat. Pengusaha merasa ini figur yang cocok dan tidak menakuti pengusaha,” ucap Suryadi usai pelantikan Robert, kemarin (30/11).
Selain itu, ia melihat bahwa Robert punya kemampuan pendekatan yang baik dan adil, sehingga diharapkan bisa merangkul para pengusaha yang selama ini belum patuh membayar pajak.

“Mudah-mudahan, Dirjen ini lebih memperhatikan ekstensifikasi, yaitu pengusaha yang belum jadi wajib pajak. Jadi negara ini ditopang ramai-ramai, bukan pengusaha yang itu saja, dia lagi dia lagi,” imbuhnya.

Di sisi lain, ia juga melihat bahwa Robert akan mampu memimpin reformasi sistem dan kebijakan perpajakan Indonesia, seperti apa yang dititipkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Demikian pula dengan pengelolaan dan penanganan data pasca program pengampunan pajak (tax amnesty) dan pelaksanaan sistem keterbukaan dan pertukaran informasi secara otomatis (Automatic Exchange of Information/AEoI).

“Sistem teknologi informasi yang baru itu kalau bisa enam bulan selesai, sebelum pelaksanaan AEoI,” pungkasnya.

Sementara dari sisi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melihat, Robert merupakan sosok yang paling pas menggantikan Ken Dwijugiasteadi yang memimpin pos pajak dalam setahun terakhir.

Bahkan, Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Golkar Misbakhun yakin bahwa Robert mampu menggemukkan kantong pajak walau hanya tinggal sebulan terakhir. Adapun per akhir November 2017, penerimaan pajak baru Rp1.001,2 triliun atau sekitar 78 persen dari target Rp1.283,57 triliun.

“Banyak langkah dari Pak Ken yang tinggal finishing touch (penyelesaian akhir) dan itu bisa diselesaikan Pak Robert, termasuk memperpendek shortfall. Sekarang 78 persen, menurut saya 90 persen penerimaan bisa dicapai oleh Pak Robert,” kata Misbakhun pada kesempatan yang sama.

Adapun keyakinan dari Misbakhun itu dilandasi oleh latar belakang dan kiprah Robert selama ini. Bahkan, Robert pernah didapuk menjadi pemimpin reformasi perpajakan saat pertama kali tim ini dibentuk sekitar 10 tahun yang lalu.

Selain itu, dari sisi hubungan dengan DPR, ia melihat, selama ini Robert mampu berkomunikasi dengan para anggota dewan legislatif, sehingga berbagai pembahasan ketentuan hukum perpajakan diyakini akan berjalan lancar. Misalnya, salah satu aturan yang akan dibicarakan pada tahun depan bersama DPR adalah Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP).

“Tahun depan kami bahas UU KUP (dengan DJP),” pungkasnya.

Sumber : cnnindonesia.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: