Pemerintah Longgarkan Aturan Impor bagi IKM

Pemerintah melonggarkan aturan impor bagi industri kecil menengah (IKM) yang selama ini kesulitan untuk mengimpor bahan baku. Menko Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan sebelumnya pemerintah telah menertibkan kegiatan impor berisiko tinggi atau impor borongan yang dilakukan oleh importir kakap.

Penertiban ini sebetulnya berdampak positif bagi penyebaran barang ilegal dan juga peningkatan pajak. Namun, di sisi lain penertiban impor borongan ternyata membuat IKM tak bisa mengimpor. Sebab selama ini dalam mengimpor, IKM ‘numpang’ dalam impor borongan.

“Permasalahannya IKM enggak mudah untuk impor sendirian, satu kontainer mungkin hanya perlu 1/5 kontainer. Maka pemerintah menyiapkan jalan keluar penyedehanaan,” kata Darmin dalam konferensi pers relaksasi impor IKM, di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Desember 2017.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Pemerintah mencoba untuk memberikan solusi dari kesulitan tersebut dengan merelaksasi aturan atau persyaratan impor bagi IKM tanpa harus melakukan hal ilegal.

“Maka kami relaksasi dengan mempermudah tata cara impor. IKM bisa mengimpor lewat indentor atau pusat logistik berikat (PLB) tentunya dengan melaporka nomor impornya dan membayar pajak meski satu persen,” tutur Sri Mulyani.

Dengan indentor atau PLB, IKM bisa konsolidasi satu kontiner untuk lima hingga enam IKM. Namun tentunya jelas dan tercatat bahwa barang tersebut milik siapa, nilainya berapa dan sebagainya.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan mengatakan selama ini pemanfaatan PLB oleh IKM masih sangat rendah yakni di bawah 10 persen.

Untuk memberikan gelora IKM dalam memanfaatkan PLB dan juga memberikan kemudahan untuk mengimpor maka IKM akan dibebaskan izin. Sebelumnya, baik pengusaha besar atau kecil yang mengimpor maka izinnya sama.

“Sekarang menjadi khusus IKM enggak perlu izin misalnya mengimpor kain sebelumnya harus mendapatkan izin LS, TPP, dan persetujuan impor ada beberapa jenis tadi. Dengan kebijakan ini semua dihilangkan, selama diimpor oleh IKM,” terang Heru.

Adapun impor komoditas yang direlaksassi, kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di antaranya yakni komoditas barang modal tidak baru diberikan relaksasi boleh diimpor oleh importir pemilik API-U untuk kelompok IB kecuali bab 88 dengan jumlah lima unit pet shipment dengan tujuan IKM.

Lalu komoditas produk tertentu diberikan relaksasi berupa pengecualian persyatan impor berupa laporan surveyor (LS) dan pemberlakuan post-audit untuk impor yakni makanan da miniman tidak termasuk kembang gula sampai dengan 500 kg per pengiriman, obat tradisional da suplemen kesehatan sampai dengan 600 kg, elektronika maksimum 10 pcs, dan barang pribadi penumpang dan awak sarana pengangkut berupa pakaian maksimal 10 pcs.

Kemudian komoditas produk kehutanan dilakukan relaksasi dengan deklarasi impor dan persetujuan impor (PI). Komoditas bahan baku plastik diberikan relaksasi boleh diimpor oleh importir pemilik API-U sampai dengan lima ton dengan PI dan pemberlakuan post-audit yang mensyaratka keperluan IKM.

Selanjutnya komoditas kaca diberikan relaksasi berupa pengecualian persyaratan LS dengan batasan sampai dengan 50 pcs dan pemberlakuan pengawasan melalui post-audit yang mensyaratkan  keperluan IKM.

Serta komoditas bahan obat da makanan diberikan relaksasi terhadap bahan baku pangan, bahan kosmetik, dan bahan obat tradisional dengan mempermudah persyaratan pengajuan surat keterangan impor.

Sebelumnya, kata Enggar, pihaknya juga telah merelaksasi komoditas besi atau baja paduan dan produk turunannya dengan relaksasi dalam jumlah importasi sebanyak 1 ton. Komoditas tekstil dan produk tekstil dengan produk dalam lampran B dapat impor oleh importir umum dan lampiran A apabila menggunakan importir umum untuk keperluan IKM dan industri yang tidak mengimpor sendiri melalui PLB.

Sumber : metrotvnews.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: