Saudi Kutip PPN, Kemenag: Tak Semua Komponen Biaya Haji Naik

Saudi Kutip PPN, Kemenag: Tak Semua Komponen Biaya Haji Naik

Pemerintah mengingatkan kepada penyelenggara perjalanan umrah danhaji untuk tetap rasional dalam menawarkan produk merespons kebijakan Arab Saudi yang mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) per 1 Januari 2018 ini. Pasalnya, tidak semua komponen biaya umrah dan haji dikenakan pajak lima persen.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Muhammad Arfi Hati, mengatakan hanya tiga sektor yang terkena PPN lima persen, yaitu yang menyangkut transportasi, akomodasi, dan konsumsi. “Jadi jangan dipukul rata. Tiket (pesawat) tidak naik, bahkan kalau low season turun harganya,” kata Arfi di Tangerang, Jumat malam, 5 Januari 2018.

Di acara pelepasan jamaah program umrah BNI Syariah itu, Arfi juga mengingatkan mengenai perlunya kepastian terkait asuransi oleh pihak penyelenggara kepada jemaah. “Dalam aturan pemerintah, asuransi wajib bagi jemaah haji dan umrah. Asuransi ini tentu banyak manfaatnya bagi jemaah,” ujarnya.

Lebih jauh ia mengaku yakin pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) lima persen oleh Pemerintah Arab Saudi tidak akan terlalu mempengaruhi minat jamaah umrah ataupun haji. “Pengenaan pajak sebesar lima persen, atau bahkan 10 persen, tidak akan berpengaruh pada minat masyarakat. Ini bisnis sampai kiamat,” tuturnya.

Arfi mengungkapkan bahwa jumlah jemaah umrah Indonesia pada 2017/1438 Hijriyah mencapai 870 ribu jemaah. Setiap tahunnya terjadi penambahan sekitar 100-120 ribu jemaah.

Pada 1439 Hijriyah ini pemerintah memperkirakan lebih dari satu juta orang yang berangkat umrah. “Minat masyarakat melaksanakan ibadah umrah dilandasi waiting list haji dan tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia.”

Asosiasi Penyelenggara Umrah dan Haji In-Bound Indonesia (Asphurindo) sebelumnya memprediksi bakal terjadi kenaikan biaya perjalanan umrah dan haji sebesar 5-10 persen seiring dengan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 5 persen yang diberlakukan pemerintah Arab Saudi.

Ketua Asphurindo Syam Resfiadi mengatakan kenaikan biaya perjalanan umrah dan haji  itu terjadi pada biaya di land arrangement yang bisa meningkat hingga US$ 50-250 per orang. “Perhitungan kasat mata kenaikan sekitar US$ 50-250, tergantung dari jenis hotel dan kendaraan darat yang kita gunakan di sana,” ujar Syam kepada Tempo pada Kamis, 4 Januari 2018.

Sumber : tempo.co

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: