Jadilah Wajib Pajak Cerdas, Simak Persyaratan Membuat NPWP Berikut!

https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 26 320 1850766 jadilah-wajib-pajak-cerdas-simak-persyaratan-membuat-npwp-berikut-WlLVMjQmU7.jpg

Memiliki NPWP banyak memberikan keuntungan bagi tanggungan terhadap tanggungan pajak. Bila belum punya, kamu bisa cek cara dan persyaratan membuat NPWP di sini.

Sudahkah kamu memiliki NPWP? Sebagai warga negara Indonesia, mungkin kamu sudah paham atau setidaknya sudah pernah mendengar tentang NPWP. Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan.

NPWP digunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban dalam urusan perpajakan. NPWP wajib dimiliki warga Indonesia, baik itu perorangan maupun badan usaha.

NPWP ini dijadikan sebagai sarana administrasi perpajakan atau acuan untuk membayar pajak, juga menjadi persyaratan sejumlah pelayanan umum, seperti pengajuan kredit, pembuatan paspor, dan sebagainya. Nah, agar menjadi wajib pajak yang cerdas yuk pahami persyaratan membuat NPWP berikut ini!

Apa itu NPWP?

Sebelum membahas detail persyaratan membuat NPWP, ada baiknya kamu ketahui berbagai hal dasar terlebih dahulu. NPWP Pribadi atau Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak (WP), yang digunakan sebagai tanda pengenal dan identitas wajib pajak dalam hal melaksanakan hak dan kewajibannya.

NPWP dan pajak penghasilan perorangan

Setiap orang yang sudah berpenghasilan (bekerja) wajib membayar pajak penghasilan (PPh 21). Orang-orang (termasuk kamu) yang memiliki hak dan kewajiban sesuai dengan perundang-undangan pajak, disebut dengan istilah wajib pajak atau disingkat WP.

Apapun pekerjaanmu, karyawan, wiraswasta (entrepreneur), pekerja profesional atau investor asalkan mendapat penghasilan di Indonesia dan memenuhi kategori Wajib Pajak, maka kamu harus bayar pajak penghasilan.

Perbedaannya adalah: besaran pajak yang harus dibayar oleh karyawan, wiraswasta, pekerja profesional dan investor jumlahnya berbeda-beda. Syarat seseorang dinyatakan sebagai Wajib Pajak (WP) adalah apabila telah mempunyai penghasilan dalam satu tahun yang melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Hal ini berlaku bagi setiap orang pribadi, baik yang belum maupun yang sudah berkeluarga. Namun, bagi wanita kawin yang tidak melakukan perjanjian pisah harta dan pisah penghasilan dengan suaminya tidak wajib memiliki NPWP.

Ambil contoh batas maksimal PTKP untuk perseorangan di Indonesia saat ini adalah Rp 54 juta per tahun atau Rp 4,5 juta per bulan. Jadi, jika kamu berpenghasilan melebihi batas maksimal PTKP tersebut, maka kamu memenuhi syarat sebagai Wajib Pajak dan dengan begitu wajib memiliki NPWP. Untuk itulah kamu perlu lebih paham mengenai persyaratan membuat NPWP online.

Untuk dokumen dan berkas yang wajib dipersiapkan

Mungkin kamu bingung, apa saja sih berkas persyaratan membuat NPWP. Untuk gambaran lebih lanjut ada beberapa dokumen dan berkas yang wajib dipersiapkan yaitu :

  • Wajib Pajak (WP) Pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas
  • Fotokopi KTP (Warga Negara Indonesia/WNI)
  • Fotokopi paspor, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) (Warga Negara Asing/WNA).
  • Wajib Pajak (WP) Pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas
  • Fotokopi KTP (Warga Negara Indonesia/WNI).
  • Fotokopi paspor, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) (Warga Negara Asing/WNA).
  • Fotokopi dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan instansi berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari Pejabat Pemerintah Daerah (Pemda) minimal setingkat Lurah atau Kepala Desa atau lembar tagihan listrik/bukti pembayaran listrik.
  • Surat pernyataan di atas materai bahwa WP benar-benar menjalankan usaha atau pekerjaan bebas.
  • Wajib Pajak (WP) Pribadi wanita kawin yang ingin hak dan kewajiban perpajakannya terpisah
  • Fotokopi Kartu NPWP suami.
  • Fotokopi Kartu Keluarga.
  • Fotokopi surat perjanjian pemisahan penghasilan dan harta atau surat pernyataan menghendaki hak dan kewajiban perpajakan terpisah dari hak dan kewajiban perpajakan suami.

Sekarang kamu sudah mengetahui hal dasar mengenai NPWP, wajib pajak dan dokumen persyaratan membuat NPWP. Selanjutnya pahami juga langkah-langkahnya agar persyaratan membuat NPWP lebih baik dan maksimal.

Langkah membuat NPWP online

 

  1. Buat akun di ereg pajak

Hal yang kamu perlu perhatikan berikutnya adalah langkah membuat NPWP online. Apa, sih, yang harus kamu lakukan? Pertama, buat akun baru di ereg pajak (https://ereg.pajak.go.id) jika kamu belum terdaftar.

Ereg pajak adalah website yang melayani untuk daftar NPWP online. Isi kolom-kolomnya dan ikuti petunjuknya. Jangan lupa untuk memeriksa email dan klik tautan aktivasi yang dikirimkan. Setelah itu, ikuti cara daftar NPWP online berikut ini.

Pilih status “Pusat”, jika kamu laki-laki atau perempuan lajang. Sedangkan jika kamu perempuan yang sudah menikah dan ingin mencabangkan NPWP pada suami, maka pilih cabang.

  1. Persyaratan membuat NPWP

Jika kamu telah mengisi dari langkah 1 sampai 7, dan tiba di langkah 8 atau persyaratan, selanjutnya unggah dokumen-dokumen berikut ini di ereg pajak:

Wajib pajak orang pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas

  • Kartu identitas (KTP) bagi WNI
  • Paspor dan KITAS/KITAP bagi WNA

Wajib pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas atau pengusaha tertentu

  • Kartu identitas (KTP) bagi WNI
  • Paspor dan KITAS/KITAP bagi WNA

Dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari pejabat pemerintah daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa.

Wajib pajak orang pribadi dengan status wanita kawin yang dikenai pajak terpisah dari suaminya

  • Kartu identitas (KTP) bagi WNI
  • Paspor dan KITAS/KITAP bagi WNA
  • Fotokopi kartu NPWP suami
  • Fotokopi kartu keluarga
  • Fotokopi surat perjanjian pemisahan penghasilan dan harta atau surat pernyataan menghendaki melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan terpisah dari hak dan kewajiban perpajakan suami.
  1. Kirim berkas elektronik

Setelah selesai isi formulir, klik tombol “Token” (kode rahasia) yang ada pada dashboard. Kemudian cek email. Bila setelah 1 menit, token belum juga dikirim, silakan klik tombol “Token” lagi. Kemudian copy-paste token di email tersebut dan masuk kembali ke menu dashboard. Lalu, klik “Kirim” dan paste kode token tersebut di kolom “Token”.

Setelah itu, klik “Kirim Permohonan”. Setelah disetujui, kartu NPWP kamu akan dikirimkan ke alamat tempat tinggal terdaftar. Jika setelah periode tersebut, kamu belum mendapatkan juga kartu NPWP, kemungkinan ada dokumen-dokumen yang belum dilengkapi atau dianggap tidak sah. Silakan daftar NPWP online kembali dengan mengikuti cara daftar NPWP online atau telepon ke KPP tempat kamu terdaftar untuk informasi lebih lanjut.

Selain melalui pendaftaran NPWP online, kamu juga bisa mendapatkan kartu NPWP dengan datang langsung atau mengirimkan formulir dan dokumen-dokumen yang dibutuhkan ke KPP dekat tempat tinggal kamu melalui pos, jasa kurir atau ekspedisi. Jangan lupa menyimpan bukti pengirimannya.

Cara pembuatan NPWP pribadi secara offline

Pendaftaran NPWP secara offline atau secara langsung dapat dilakukan dengan mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Persyaratan dokumen yang harus dibawa sama seperti pada pendaftaran online. Ada dua metode yang dapat kamu gunakan untuk pendaftaran offline, yaitu:

Mendatangi kantor pelayanan pajak (kpp)

Kamu dapat langsung datang ke KPP terdekat dari tempat kamu berdomisili dengan membawa berkas persyaratan yang dibutuhkan. Bagi kamu yang alamat domisilinya berbeda dengan yang tertera di KTP, kamu perlu mempersiapkan juga surat keterangan tempat tinggal dari kelurahan tempat kamu berdomisili. Semua dokumen persyaratan difotokopi, kemudian kamu lengkapi dengan formulir pendaftaran Wajib Pajak yang sudah diisi dengan benar dan lengkap serta ditandatangani. Formulir ini akan kamu peroleh dari petugas pendaftaran di KPP.

Selanjutnya serahkan berkas tersebut ke petugas pendaftaran. Kamu akan mendapatkan tanda terima pendaftaran Wajib Pajak yang menunjukkan bahwa kamu sebagai Wajib Pajak telah melakukan pendaftaran untuk mendapatkan NPWP. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat kartu NPWP tidak lama, hanya satu hari kerja, dan tidak dipungut biaya alias gratis. Kartu NPWP akan dikirim ke alamat kamu melalui Pos Tercatat.

Melalui jasa pos atau ekspedisi

Metode ini bisa kamu pilih jika lokasi KPP terlalu jauh dari tempat kamu. Kamu bisa mendatangi kantor pos atau jasa ekspedisi terdekat. Di sana kamu tinggal mengisi formulir pendaftaran sekaligus mengirimkannya dengan melampiri dokumen persyaratan yang telah kamu siapkan.

Jadi, sekarang kamu tentu siap bukan membuat NPWP? Apalagi dengan penjelasan detail persyaratan membuat NPWP dan langkah lainnya kamu semakin mantap menjadi wajip pajak yang cerdas. Yuk, sharing dengan temanmu yang belum memiliki NPWP dan butuh penjelasan ini.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: