Daya Beli Masyarakat Lemah, Penjualan Unilever Tumbuh Tipis 2,87%

https: img.okeinfo.net content 2018 02 28 278 1865919 daya-beli-masyarakat-lemah-penjualan-unilever-tumbuh-tipis-2-87-wdm8rnMB4C.jpg

Di tahun 2017 kemarin, PT Unilever Indonesia Tbk (INVR) membukukan penjualan tumbuh 2,87% menjadi Rp 41,20 triliun dibandingkan tahun 2016 total penjualan sebesar Rp40,05 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Meski pertumbuhan penjualan UNVR tak terlalu tinggi, laba emiten barang konsumer ini tumbuh sebesar 9,61% dari Rp6,39 triliun di tahun 2016 menjadi Rp7 triliun di tahun lalu. Tumbuhnya laba hingga hampir 10% ini disebabkan oleh upaya efisiensi yang dilakukan UNVR selama setahun lalu. Buktinya, harga pokok penjualan emiten anggota indeks saham LQ45 ini hanya tumbuh 1,99% yoy di tahun 2017.

 Sedangkan beban pemasaran dan penjualan mereka juga hanya tumbuh sebesar 0,61% yoy. UNVR bahkan berhasil menekan beban umum dan administrasi, di mana akun ini turun 2,16% yoy menjadi Rp3,88 triliun di 2017 lalu. Di sisi lain, UNVR telah menggunakan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp1,6 triliun. Itu artinya, UNVR berhasil merealisasikan seluruh anggaran capex yang dirancang di awal tahun 2017 lalu.

Direktur UNVR, Sancoyo Antarikso pernah bilang, pertumbuhan yang terbatas ini disebabkan oleh rendahnya konsumsi masyarakat tahun lalu. Hal ini, menurutnya, tak hanya jadi tantangan bagi UNVR namun juga untuk industri barang konsumsi di Indonesia. Meski demikian, para analis melihat UNVR berpeluang mencatatkan kinerja lebih baik ditahun sebelumya.

Kata analis NH Korindo, Joni Wintarja, tahun ini ekspektasinya kinerja UNVR semakin baik dengan ditopang oleh iklim bisnis yang semakin bagus. Hal ini didukung oleh tingkat konsumsi masyarakat yang semakin membaik di tahun ini. Diselenggarakannya Pilkada serentak di berbagai daerah di Indonesia di tahun ini serta persiapan pemilu presiden 2019 jadi harapan para emiten sektor konsumer untuk bisa meningkatkan tingkat konsumsi di tahun ini.

Tak hanya itu, tingkat kepercayaan konsumen kepada ritel yang semakin tinggi juga diprediksi bisa jadi sentimen positif. Berkat sentimen ini pula, Joni memperkirakan pendapatan UNVR bisa tumbuh sebesar 5,9% di tahun ini. Walau begitu, masih ada beberapa sentimen negatif yang bisa mengancam pertumbuhan kinerja UNVR di tahun 2018 ini. Kompetisi bisnis industri barang konsumsi alias fast moving consumer goods (FMCG) terlihat semakin sengit di tahun ini. Hal ini lantaran semakin banyaknya kompetitor dari luar negeri yang mulai masuk ke Indonesia.

Adapun langkah diversifikasi bisnis UNVR ke bidang kecantikan dengan brand Lakme Makeup bisa jadi peluang bagi emiten konsumer ini untuk terus meningkatkan kinerja mereka. Segmen kosmetik diperkirakan memiliki marjin keuntungan yang lebih baik karena konsumen, terutama perempuan yang merupakan target pasar mereka, mungkin tidak terlalu mempertimbangkan selisih harga selama produk itu cocok untuk mereka. “Namun, itu semua tergantung kepiawaian UNVR untuk merebut hati konsumen lantaran kompetitifnya segmen kecantikan ini,” ujar Joni.

Joni pun masih merekomendasikan buy untuk saham UNVR dengan target harga Rp 60.000. Pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, saham UNVR ditutup menguat 1,15% ke level Rp55.025 per saham.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: