Pemangkasan PPh UMKM Segera Jalan

JAKARTA. Pemerintah mengaku telah merampungkan draf revisi Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu. Dengan revisi ini maka PPh Final pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dipangkas dari 1% menjadi 0,5%.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bilang, pemerintah memutuskan menurunkan tarif PPh final pelaku UMKM dari yang sebelumnya 1% menjadi tinggal 0,5% saja. “Sudah dirapatkan tiga kali, akhirnya putus dan insyAllah berlaku bulan ini yang 0,5% itu,” katanya di Tangerang, Rabu (7/3).

Menurut Jokowi, sebenarnya dirinya ingin tarif pajak final UMKM bisa diturunkan sampai dengan 0,25%. Tapi hal itu urung dilakukan, karena menurut Jokowi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Inderawati mengingatkan bahwa pemangkasan tarif pajak final UMKM sampai dengan 0,25% bisa berdampak kepada penerimaan negara.

Walau tidak bisa lebih rendah lagi, pengamat pajak dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo merespon positif pemangkasan tarif pajak bagi UMKM tersebut. Menurutnya, revisi tarif pajak bagi pelaku UMKM memang diperlukan. Pasalnya, pajak sektor tersebut selama ini dinilai cukup tinggi dibanding sektor lain.

Namun kata Yustinus, pemangkasan tarif pajak saja tidak cukup. Pemerintah harus membuat kebijakan lain agar beban para pelaku UMKM dalam menjalankan usaha bisa semakin berkurang. Salah satunya adalah membantu akses pelaku UMKM untuk mendapatkan kredit perbankan dengan bunga murah dan fasilitasi akses pasar. “Dari hulu ke hilir harus dibantu, dukungan pembuatan pembukuan yang mudah, fasilitasi akses pasar, itu harus dilakukan,” katanya.

Menurut Wakil Ketua Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang, pemangkasan pajak UMKM bisa berdampak positif. “Pelaku usaha yang tadinya ketakutan buka bisnis karena beban pajak tinggi, akan sirna,” harapnya.

Hanya saja bagi M. Ikhsan Ingratubun, Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), penurunan pajak UMKM menjadi 0,5% tidak berdampak apa-apa terhadap pertumbuhan dan ketahanan UMKM. “Hanya menurunkan biaya pajak.” katanya.

Dia berharap pajak final UMKM bisa 0% seperti dilakukan negara lain. Untuk pengembangan UMKM pemerintah dimina membentuk badan khusus.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pemeriksaan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: