Kemtan akan usut kasus bawang putih impor berpenyakit

Kemtan akan usut kasus bawang putih impor berpenyakit

Kementerian Perdagangan baru saja mengamankan 5 ton bawang putih impor pada hari ini Senin (12/3) di Jakarta Utara. Badan Karantina Pertanian pun berjanji akan mengusut kasus bawang putih tersebut.

“Kami telah lakukan penyidikan terhadap kasus ini, dan masih terus berjalan. dan sesuai instruksi pak Menteri agar importir tersebut di blacklist,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini seperti yang tertera dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Senin (12/3).

Berdasarkan temuan di lapangan, komoditas ini masuk pada tanggal 17 Februari 2018  melalui pelabuhan Tanjung Priok dan proses bongkar muat tanggal 25 Februari 2018.

Bawang putih ini masuk ke wilayah NKRI menggunakan phytosanitary certificate atau sertifikat kesehatan tumbuhan dari negara asalnya China.

Sertifikat secara detail mencantumkan benih beserta dengan jumlahnya. Kuasa pemilik melaporkan impor Bibit Bawang Putih sejumlah 232.000 kg atau sebanyak 13.050 karung.

Pada sertifikat pemasukan tertulis  jenis bibit bawang putih dan sesuai hingga diterbitkan sertifikat KT-2 oleh Balai Besar Karantina Tanjung Priok untuk dibawa ke gudang pemilik selama masa Karantina.

Pada sertifikat pemasukan tertulis  jenis bibit bawang putih dan sesuai hingga diterbitkan sertifikat KT-2 oleh Balai Besar Karantina Tanjung Priok untuk dibawa ke gudang pemilik selama masa Karantina.

Sesuai dengan prosedur tindakan Karantina dilakukan pengujian untuk memastikan bebas hama penyakit tumbuhan di laboratorium karantina.

Pada 27 Februari 2018 dilakukan pengiriman contoh benih untuk diuji dan dilakukan diagnosis dengan sejumlah target organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).

Dari hasil pengujian, diketahui bahwa  benih bawang putih tersebut terinfestasi Nematoda Ditylenchus dipsaci, yakni hama penyakit yang termasuk golongan berpotensi membahayakan pertanaman bawang dan tanaman hias lainnya di Indonesia.

Berikutnya, pada 7 Maret 2018 petugas Karantina Pertanian melakukan kunjungan verifikasi sebagai lanjutan pengawasan karantina.

Namun, pihak pemilik yakni PT TSR menyatakan bahwa benih-benih tersebut secara keseluruhan sudah tidak ada dan telah dikirim ke Sumatera Utara untuk digudangkan karena diperuntukan untuk ditanam di daerah Karo.

“Pihak pemilik, telah menyalahi aturan Karantina, di mana selama masa karantina komoditas telah dipindahtempatkan dan belum mendapat sertifikat pelepasan. Terlebih lagi hasil uji benih bawang putih asal Cina ini terdapat hama OPTK yang berbahaya,” jelas Banun.

Menurut Banun, dengan temuan OPTK tersebut apabila bawang putih yang seharusnya diperuntukkan sebagai benih dan dijadikan bawang konsumsi, maka akan sangat merugikan dan membahayakan sistem pertanaman bawang putih di tengah upaya menuju swasembada.

Sumber : kontan.co.id

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: