Ayam Stres akan Mati Kalau Dikejar

Sudah bukan rezimnya lagi aparat pajak berbuat semena-mena dalam mengumpulkan pajak. Pengusaha yang merupakan pembayar pajak terbesar tak ingin dianggap sebagai ayam petelur yang bertelur setiap saat.

Keluhan atas kinerja pajak tersebut disampaikan sejumlah pengusaha dalam acara pemberian apresiasi dan penghargaan ke wajib pajak besar di Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Wajib Pajak Besar, Jakarta, Selasa (13/3). Acara ini dihadiri para pembayar pajak dengan jumlah terbesar sepanjang tahun 2017, baik pajak badan maupun perorangan. Acara juga dihadiri pejabat Ditjen Pajak dan termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Keluhan itu berkaca dari perilaku pajak tahun-tahun lalu. Melalui program exstra effort atau penindakan bagi wajib pajak yang diduga tak patuh, petugas pajak atau fiskus memeriksa pembayaran hingga tunggakan pajak para pengusaha dan perusahaannya.

Upaya itu dilakukan walau sejak tahun 2014 perekonomian nasional sedang tertekan. Pada tahun 2015 hingga 2017, laju ekonomi stagnandi level 5% melemah dibandingkan tahun 2013 mempu tumbuh 5,6%. Saat roda ekonomi berjalan lambat, nasib industri pun serupa. Namun, di sisi lain target pajak terus meningkat dari tahun ke tahun.

Tahun 2017, target penerimaan pajak (Pajak dan cukai) Rp 1.472,71 triliun, naik dari pencapaian tahun 2016 Rp 1.275,90 triliun. Tahun ini, target perpajakan kembali meningkat menjadi Rp 1.618,09 triliun. “Dulu kami seperti diancam (oleh petugas pajak). Ayam yang dikejar terus-terusan,” ujar Eddy Sariatmaja, pemilik Emtek Group (SCTV dan Indosiar), kemarin.

Ibarat memelihara ayan petelur, kantor pajak ingin terus menerus mendapatkan telur yang makin banyak setiap hari. Fiskus tidak mau tahu, apakah itu periode sulit bagi pengusaha. Tekanan daya beli masyarakat menjadikan penghasilan perusahaan berkurang.

Karena itu pengusaha tak ingin Ditjen Pajak membuat kebijakan sewanang-wenang. “Saya ingat, seminggu sebelum tax amnesty, saya ditemui pak Sofyan Wanandi untuk terus-menerus sosialisasi program itu melalui media saya (SCTV dan Indosiar). Padahal waktu itu pengusaha juga bingung ini trik apa lagi,” cerita Eddy.

Pengusaha hampir tak ingin ikut tax amnesty jika Sofyan yang merupakan pengusaha dan Ketua Staf Ahli Wakil Presiden Jusuf Kalla tak turun tangan. “Saat itu, kepercayaan pengusaha terhadap Dirjen Pajak dititik nadir, kami selalu dikejar-kejar,” katanya.

Garibaldi Thohir, Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk menambahkan, pengusaha menyadari pentingnya pajak bagi pembangunan Indonesia. “Tapi cara mendapatkan pajak jangan dengan paksaan,” kata pengusaha yang akrab dipanggil Boy Thohir ini.

Ia berkisah pada upaya Dirjen Pajak tahun 2007/2008 yang saat itu dijabat Darmin Nasution (saat ini Materi Koordinator Bidang Perekonomian). Saat itu Boy Thohir dipanggil ke Kantor Darmin untuk membicarakan perpajakan Adaro. “Pak Darmin saat itu memberi dia opsi, Kau diperiksa atau kau dikoreksi ? Ini pilihan berat, tapi akhirnya kami perbaiki sendiri, dan sepakat menambah pembayaran pajak dengan cara dicicil dan baru lunas tahun 2008. Saat lunas, pak Darmin SMS (short message service) Congratulation, meski hanya pesan singkat, tapi kami bangga,” kenang Boy Thohir.

Menurut Boy Thohir, cara-cara seperti yang dilakukan Darmin merupakan strategi bagus daripada extra effort. “Kami para pengusaha mengerti kebutuhan bangsa ini, tapi kami jangan dikejar-kejar, kalau bisa didekati saja, dilobi-lobi,” ucap Boy.

Namun dia mengakui reformasi di Ditjen Pajak sudah membuahkan hasil seiring dengan perbaikan pelayanan di kantor pajak. “Dulu saya takut berhadapan dengan Dirjen Pajak, sekarang saya minta waktu untuk ketemu,” kata Boy.

Erick Thohir, pendiri Mahaka Group bilang, kini Ditjen Pajak tinggal fokus melanjutkan reformasi pelayanan, SDM dan sistem. Jangan lagi mengandalkan strategi paksaan untuk memungut pajak.

Dirjen Pajak Robert Pakpahan pun mengamini keinginan pengusaha untuk tak galak kepada yang sudah patuh. “Kami akan terus perbaiki komunikasi, baik dengan wajib pajak besar badan maupun perorangan,” ujar Robert.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pemeriksaan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: