Banyak BUMN Tak Setor Dividen, DPR: Enggak Bisa Dianggap Sepele

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat beberapa perusahaan pelat merah yang tidak menyetorkan dividen kepada negara dikarenakan tengah mengalami kerugian.

Setidaknya BUMN yang tidak membayar dividen pada 2017 dan 2018 itu rugi karena kalah bersaing dan tengah dalam kondisi sakit. Antara lain yang rugi karena kalah persaingan adalah PT Garuda Indonesia (Persero), Perum Bulog, PT Krakatau Steel (Persero). Sedangkan yang sakit adalah PT Nindya Karya, PT Merpati Nusantara Airlines, PT Kertas Kraft Aceh, PT Kertas Leces.

Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Rieke Diah Pitaloka mengatakan, masalah tersebut harus segera dibenahi lantaran bukan persoalan yang sepele.
“Mohon dukungan dari Menteri Keuangan dan sesmen BUMN, enggak bisa dianggap sepele kondisinya mengkhawatirkan,” kata Rieke di Komisi VI DPR, Jakarta, Rabu (30/8/2017).

Dia menceritakan, seperti di Garuda Indonesia yang masih mengalami rugi diindikasikan adanya penyalahgunaan wewenang pembelian pesawat. Lalu maskapai pelat merah ini juga dipaksa menggunakan Terminal 3 Soekarno Hatta dengan airport tax lebih tinggi dari terminal 1 dan 2.

“Sehingga tiket Garuda domestik dan internasional kalah bersaing karena harga tiket lebih mahal. Kami mohon dukungan, paling tidak disamakan lah airport tax-nya. Enggak mudah bagi Garuda mencari pasar yang lebih baik,” ujar dia.

Bahkan, Rieke mengaku bahwa Komisi VI DPR telah menerima salinan surat dari jajaran direksi Garuda pada 7 Agustus 2017, yang isinya tidak sanggup bayar penyesuaian upah tahun 2017 karena dampak kondisi keuangan yang tidak sehat.

“Kami butuh dukungan semua pihak untuk selamantkan Garuda Indonesia sebagai ikon bangsa ini. Karena Angkasa Pura membawahi terminal ini bagian BUMN, berikan dukungan ke Garuda agar airport tax enggak diskriminasi terminal,” jelas dia.

“Airport tax yang jadi beban Garuda, tiket mahal, enggak bisa bersaing, enggak berikan dividen, enggak bisa bayar utang, bisa dikurangi secara bertahap. mohon dukungannya,” sambungnya.

Selanjutnya, terkait dengan Krakatau Steel yang berdasarkan hasil kunjungan kerja, tidak ada dividen mulai dari 2012. Keberhasilan pemerintah dalam untuk menguasai saham Freeport Indonesia juga bisa dipraktikan pada Krakatau Steel.

“Ada anak usaha saham mayoritas asing, asing enggak boleh lagi lebih dari 49%. kami yakin Krakatau Steel cepat atau lambat bisa dikuasai Korea,” kata dia.

Selanjutnya, terkait dengan Perum Bulog, di mana yang mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) tunai di APBN 2016 sebesar Rp 2 triliun.

“Tapi Bulog diproyeksikan sampai akhir tahun ini enggak setor dividen karena rugi berulang. Ini catatan penting,” jelas dia.

Di kesempatan yang berbeda, Anggota Komisi VI dari Partai Demokrat, Roy Suryo mengatakan, BUMN yang tidak bisa menyetor dividen dikarenakan tidak tegasnya aturan pemerintah.

Dalam kasus Garuda Indonesia, kata dia, sebagai ikon Indonesia harus bisa dipastikan maskapai pelat merah ini mau bersaing di kelas yang mana.

“Perkembangan Garuda tidak cerah tidak bisa setor dividen dibandingan negara-negara lain, Singapore airlines dan lain-lain. Harusnya Garuda bisa lebih dari itu,” kata Suryo.

Suryo mengungkapkan, perlu adanya kebijakan yang jelas terkait dengan level usaha Garuda Indonesia. Garuda saat ini tergabung dalam Skyteam namun di satu sisi harus mengembangkan bandara-bandara terpencil.

“Perlu ada kebijakan yang tegas untuk menjelaskan Garuda mau ke mana, ke atas atau ke bawah, kalau sekarang jadinya nanggung. Soal efisiensi belanja, pembelian pesawat harusnya ada arahan Garuda enggak bebas beli tipe pesawat sendiri karena enggak efisien,” tutup Suryo.

Sumber : detik.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: