Belanja Cepat, Lambat Pemasukannya

Pendapatan negara tahun ini di khawatirkan tidak mencukupi kebutuhan dana belanja negara

JAKARTA. Posisi belanja negara tahun ini semakin meningkat dibandingkan tahun lalu. Namun, ada kekhawatiran pesatnya belanja negara tak mampu diimpangi oleh pos penerimaan. Mengingat, setoran pajak sebagai sumber terbesar penerimaan negara, terancam gagal mencapai target, akibat perekonomian yang masih lesu.

Kementerian Keuangan mencatat pendapatan negara sampai dengan Agustus 2017 mencapai Rp 972,9 triliun, atau setara 56,1% dari target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2017, yaitu Rp 1.736,1 triliun. Jumlah itu naik pesat dibandingkan realisasi pada periode sama tahun 2017 hanya 48,9% dari target.

Di pos belanja negara juga terdapat peningkatan penggunaan. Dana belanja negara sudah terpakai Rp 1.1198,3 triliun atau 56,2% dari target. Jumlah itu naik tipis dari realisasi sampai dengan Agustus 2016 sebesar 54,5% dari target. Peningkatan belanja negara terutama berasal dari penyaluran Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa yang mencapai Rp 502,6 triliun atau 65,6% dari target.

Dengan kinerja itu defisit anggaran sejauh ini sudah mencapai Rp 224,4 triliun atau 1,65% terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka ini masih jauh dari target sebesar 2,92% terhadap PDB.

Namun yang menjadi catatan adalah realisasi pembiayaan anggaran (neto) sudah Rp 330 triliun atau 83,1% dari target. Artinya, pemerintah tinggal memiliki ruang pembiayaan anggaran Rp 32,88 triliun sampai akhir tahun.

Namun dalam berbagai kesempatan Menteri Keuangan Sri Mulyani selalu menegaskan, defisit anggaran tidak akan membengkak dari target APBN Perubahan 2017. Alasannyam realisasi belanja negara secara alami banyak yang tak terpakai. Biasanya, realisasi belanja negara hanya sekitar 95% dari alokasi. Namun dalam outlook pemerintah tahun ini sebesar 98%.

“Defisit anggaran juga tidak akan membengkak. Bahkan kami memperkirakan realisasi defisit akan berkisar 2,67% daro PDB” kata Robert Pakpahan, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan, saat konferensi pers tentang pembiayaan negara di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (29/8).

Dengan outlook defisit fiskal 2,67% dari PDB, Robert memperkirakan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Bruto tahun ini mencapai Rp 712 triliun atau bertambah Rp 33 triliun dari APBN Induk 2017. “Realisasi hingga26 September ini sudah mencapai 82,93% dari target penerbitan gross Rp 712,9 triliun,” jelas Robert.

Namun, pemerintah juga siap mengantisipasi jika kinerja penerimaan gagal mendukung belanja negara. Kemkeu berencana menerbitkan mismatch treasuary bills atau disebut juga SPN T-Bills dengan tenor yang unik.

Direktur Surat Utang Negara Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemkeu Loto Srinaita Ginting mengatakan, SPN T-bills akan dikeluarkan pada saat penerimaan terlambat masuk guna memenugi kebutuhan pembelanjaan. “Hal ini bisa dilakukan apabila penerimaan pemerintah datang belakangan padahal kebutuhan sudah ada,” kata Loto.

Wajib diet

Dikutip dari situs pribadinya, Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri menilai nasib APBN Perubahan 2017 mengkhawatirkan. Realisasi penerimaan negara di perkirakan jauh dari target sehingga terjadi shortfall. “Tahun lalu ada tax amnesty yang mendongkrak penerimaan pajak. Tahun ini sudah tidak ada, shortfall besar,” kata Faisal.

Dengan kondisi ini, Faisal menilai hanya ada satu strategi mengamankan APBN. Diet atau penghematan anggaran wajib dilakukan agar defisit tak membengkak.

Ekonom Institute for Development Economic and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara mengingkatkan strategi SPN T-Bills bisa membawa efek negatif. Beban bunga surat utang dengan tenor pendek tentu lebih besar di bandingkan beban bunga SPN biasa. “Apa pemerintah siap membayar bunga lebih besar,” kata Bhima.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: