Meski Beras Mahal, Petani Minta Tak Ada Impor

Rencana pemerintah untuk mengimpor beras ditolak oleh para petani di salah satu lumbung padi nasional yakni Indramayu. Petani menilai, tidak perlu ada impor beras meskipun saat ini stok minim. Pasalnya dalam waktu dekat, sejumlah wilayah di Indramayu akan memasuki masa panen.

Saat ini, harga beras di pasaran terus melonjak akibat minimnya stok gabah. Namun di sisi lain, kebanyakan lahan persawahan di Indramayu sudah memulai proses panen.

Sejalan dengan minimnya stok gabah di dalam negeri, pemerintah berencana untuk melakukan impor jika operasi pasar dari Bulog kurang sukses menekan harga.

Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Indramayu, Sutatang mengatakan, para petani Indramayu menyuarakan penolakan terhadap rencana impor tersebut. Meskipun ia mengakui, saat ini harga beras di pasar sudah terlampau tinggi.

Sutatang mengatakan, alangkah lebih baiknya lagi jika pemerintah membiarkan sejenak para petani menikmati hasil panennya. Terlebih, di sejumlah wilayah Indramayu pada bulan Februari mendatang akan segera melaksanakan proses panen.

Jika para petani sudah melakukan panen maka otomatis ketersediaan gabah akan terpenuhi kembali. “Kalau sudah panen, harga gabah akan turun lagi,” ujar Sutatang, Rabu, 10 Januari 2018.

Lain hal jika pemerintah tetap kukuh melaksanakan impor. Hal tersebut kata dia, akan membuat para petani kebingungan. Pasalnya harga gabah produksi mereka nantinya akan terjun bebas. “Jika sudah begitu, petani tidak bisa lagi menikmati hasil jerih payah mereka. Petani akan merugi,” ungkap Sutatang.

Dia menambahkan, sebaiknya saat ini pemerintah mengoptimalkan operasi pasar yang tengah dilakukan Bulog. KTNA Indramayu meyakini, jika operasi pasar dilakukan secara gencar, maka akan menurunkan harga di pasaran. “Jika berhasil, tidak perlu ada impor,” kata dia.

Tardi, petani asal Indramayu juga menolak rencana impor tersebut. Soalnya, kata dia, saat ini sawah garapannya sudah memasuki akhir usia. Sehingga dalam waktu dekat akan memasuki masa panen. “Kalau ada impor nanti harga gabah kita takutnya jatuh,” ujar dia.

Operasi pasar untuk beras

Saat ini, pemerintah melalui Bulog tengah gencar-gencarnya melaksanakan operasi pasar cadangan beras pemerintah (OPCBP). Di Kabupaten Indramayu, kuota penyalurannya mencapai 2.000 ton beras medium per hari.

Kepala Bulog Sub Divre Indramayu, Asep Buhori mengatakan, beras medium tersebut dilepas ke pasaran agar lebih banyak lagi masyarakat yang dapat menikmati beras medium. Apalagi saat ini harga untuk jenis premium dinilai terlalu tinggi dan hanya bisa dijangkau oleh kalangan tertentu.

Sumber : pikiran-rakyat.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: