Jebakan kurang bayar wajib pajak

Batas akhir pelaporan SPT 2017 untuk wajib pajak (WP) pribadi dan wajib pajak badan semakin dekat yakni masing-masing akhir Maret 2018 serta akhir April 2018 nanti. Tahun lalu kepatuhan wajib pajak masih 72%. Dan tahun ini diharapkan tingkat kepatuhan bisa mencapai 80%. Adapun pada saat ini ada sebanyak 131 juta pekerja aktif. Namun yang terdaftar sebagai wajib pajak pribadi masih 36 juta orang. Dari jumlah tersebut yang melaporkan SPT tahunan pada kisaran 16,6 juta. Namun yang kerap aktif melapor SPT tahunan masih dalam kisaran 12 juta saja atau masih 72%.

Kondisi tersebut terjadi lantaran terjadi tantangan kepatuhan pajak tahun ini yang mengalami turbulensi hebat. Ini karena kerap terjadi perubahan peraturan pajak negara ini. Sejak diberlakukannya beleid Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36/2017 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan atas Penghasilan Tertentu Berupa Harta Bersih yang Diperlakukan atau Dianggap sebagai Penghasilan, maka basis perpajakan pemeriksaan mandiri (self-assessment) sudah berakhir. akan diberlakukan. Pasal 5 pada PP tersebut terdapat klausul yang menjadi sumber keresahan karena nilai harta bersih bisa dikenai pajak plus denda berdasarkan temuan atau pemeriksaan aparat pajak yang bersangkutan.

Tidak berhenti pada PP 36/2017, Kementerian Keuangan juga merilis peraturan baru PMK 15/PMK.03/2018 tentang Cara Lain Penghitungan Peredaran Bruto. Pada beleid ini bahkan perhitungan omzet dilakukan dengan delapan cara berdasarkan Pasal 2 dan Pasal 3 oleh pemeriksa pajak.

Penguatan implementasi dari sisi Undang Undang (UU) juga menakutkan karena berdasarkan UU 9/2017 yang menetapkan Perpu 1/2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan juga akan diberlakukan tahun ini.

Wajib pajak badan sektor keuangan pun tidak terkecuali dipaksa membuka keterbukaan data wajib pajak. Dalam Perdirjen Pajak PER-04/PJ/2018 tentang Tata Cara Pendaftaran dan Penyampaian Laporan Informasi Keuangan; perusahaan keuangan mendaftar terlebih dulu dengan batas akhir Februari 2018. Perusahaan keuangan tersebut adalah bank nasional, perusahaan sekuritas sampai koperasi.

Batasan rekening keuangan yang wajib dilaporkan ke Ditjen Pajak adalah rekening pribadi dengan saldo di atas Rp 1 miliar atau mata uang asing dengan jumlah setara. Untuk rekening badan harus dilaporkan tanpa batasan. Termasuk wajib dilaporkan adalah polis asuransi dengan nilai pertanggungan minimal Rp 1 miliar baik pribadi dan badan. Rekening dalam pasar modal dan pasar komoditas berjangka dalam jumlah tanpa batas harus pula dilaporkan baik pribadi dan badan. Pertukaran data dan informasi keuangan secara otomatis untuk kepentingan perpajakan akan dimulai pada bulang April 2018 mendatang.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pemeriksaan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: