Pengelola Pusat Logistik Berikat Optimalkan Gudang

Pemerintah menambahkan delapan pusat logistik berikat baru yang merupakan generasi kedua

JAKARTA. Pemerintah terus berupaya mendorong kemudahan dalam berusaha untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Salah satunya dengan mengembangkan Pusat Logistik Berikat (PLB) yang bisa menghemat waktu dan biaya.

Kehadiran PLB mendapat respons positif para pelaku usaha. Dengan kehadiran PLB, pemeriksaan barang tidak lagi dilakukan di luar negeri tapi bisa di dalam negeri. Selama ini, pemeriksaan barang dilakukan oleh PLB di luar negeri, yakni di Singapura dan Malaysia.

Sekadar gambaran, biaya pemeriksaan barang diluar negeri sekitar Rp 8 juta. Sementara bila dilakukan di Indonesia hanya Rp 5 juta.

Dengan efisiensi waktu dan biaya tersebut, semakin banyak perusahaan swasta yang merambah bisnis PLB. Sebut saja misalnya, PT Kamadjaja Logistic, PT Kawasan Industri Jababeka, PT Astratel Nusantara, dan PT ABMM Investama Tbk.

Hingga saat ini tercatat ada 12 jenis PLB berdasarkan sektor tertentu. Kini, pemerintah menambah delapan PLB baru yang disebut sebagai PLB generasi kedua dan diklaim bisa menghemat biaya sebesar Rp 7,18 juta untuk satu kontainer.

PLB generasi kedua ini mencakup delapan bentuk sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 28/2018, yakni industri besar, industri kecil dan menengah (IKM), e-commerce, bahan pokok, hubkargo udara, floating storage dan barang jadi.

Ivan Kamadjaja, Chief Executive Officer PT Kamadjaja Logistics mengatakan, pihaknya sedang mengatur strategi terkait kebijakan PMK No. 28/2018 tersebut. “Kami sedang mengkaji dan merevisi strategi supaya nantinya PLB kami lebih agresif, sehingga mampu mencapai target,” katanya, pekan lalu.

Kini, Kamadjaja Logistics sedang mempertimbangkan bentuk seperti apa yang akan digunakan dari delapan model PLB generasi kedua tersebut. Ia belum bisa menyebutkan bentuk PLB mana yang akan dikembangkan ke depan.

Yang jelas tahun ini, Kamadjaja Logistic menargetkan bisa meningkatkan efektivitas dari gudang PLB yang mereka jalankan. Saat ini, utilisasi PLB milik perusahaan di Surabaya dan Jakarta Baru mencapai 50%. “Targetnya, tahun ini utilisasi PLB bisa mencapai 100%,” harap Ivan. Berdasarkan catatn KONTAN, tahun ini, Kamadjaja Logistics menargetkan pendapatan dari PLB sebesar 10%.

Begitu juga PT Kawasan Industri Jababeka Tbk yang mengoperasikan PLB Cikarang Dry Port masih fokus mengoptimalkan gudang yang ada. Imam Wahyudi, General Manager Commercial Cikarang Dry Port, menyebutkan, tahun ini, belum ada rencana menambahkan PLB baru. “Kami fokus dulu mengoptimalkan gudang kedua yang baru selesai dibangun tahun lalu,” ujarnya kepada KONTAN, Sabtu (14/4).

Informasi saja, gudang kedua di PLB Cikarang Dry Port memiliki luas hingga 8.00 m2 yang mulai beroperasi pada kuartal II-2017 lalu. Menurut Imam, hingga kuartal I-2018, PLB Cikarang Dry Port mengalami pertumbuhan sebesar 50% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Pencapaian tersebut bisa lebih dari 50% karena bertambahnya komoditas mineral dari sebelumnya hanya kapas yang disimpan di gudang,” ungkap Imam.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: