Defisit, Sejumlah Proyek Dipangkas, Bidang Infrastruktur Terbanyak Dikoreksi

Defisit anggaran yang terjadi dalam APBD Kota Bekasi 2017 yang mencapai Rp 122 miliar ternyata berdampak kepada pengurangan proyek pembangunan di wilayah tersebut. Proyek yang terkena pemangkasan terbesar ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

”Memang koreksi proyek karena defisit anggaran Dinas PUPR terbesar. Nilainya kurang lebih sekitar Rp 62 miliar,” terang Asisten Daerah (Asda) III Kota Bekasi, Dadang Hidayat kepada INDOPOS, kemarin (26/7). Pemangkasan itu terkait pengurangan proyek infrastruktur tahun ini.

Dadang menambahkan, selain Dinas PUPR, Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimta) juga ikut terdampak pemangkasan anggaran yang cukup besar. Nilainya sekitar Rp 38 miliar. ”Jadi bukan proyeknya dicoret, tapi dikurangin pengerjaannya tahun ini. Dampak defisit anggaran,” paparnya juga.

Meski dipangkas, ujar Dadang juga, tapi diutamakan proyek-proyek yang tidak penting. Dia mencontohkan, seperti pembangunan pedestrian Jalan Ahmad Yani yang dikerjakan Dinas PUPR dari perencanaan tahun ini dibangun 2 kilometer dipangkas jadi hanya satu kilometer.

Sehingga anggarannya berkurang. ”Jadi tahun depan baru akan diteruskan proyek pedestrian itu. Tahun ini dikurangin,” tambahnya juga. Dadang juga memaparkan, selain Dinas PUPR dan Disperkimtan, ada beberapa dinas lain yang mendapat pengurangan anggaran.

”Semua proyek yang dipangkas akan dialihkan tahun 2018 mendatang,” katanya juga. Lebih jauh Dadang menjelaskan, penyebab defisit anggaran APBD 2017 karena Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengkoreksi sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) tahun 2017.

Dari usulan awal Rp 800 miliar dikoreksi menjadi Rp 500 miliar. ”Jadi ada pengurangan Rp 300 miliar dalam koreksi oleh BPK,” ungkpanya juga. Meski dikurangin, ujar Dadang juga, ternyata ada pendapatan Rp 178 miliar yang diperoleh Kota Bekasi.

”Sehingga nilai defisit tidak jadi Rp 300 miliar,  tetapi hanya Rp 122 miliar pada APBD 2017. Jadi deficit itu memangkas anggaran di beberapa dinas,” katanya lagi. Guna menutupi kekurangan anggaran itu, perolehan pendapatan asli daerah (PAD) akan dimaksimalkan.

Salah satunya, pada sektor pendapatan reklame dan parkir. Kedua sektor itu belum menunjukan pendapatan yang signifikan untuk mendongkrak peroleh PAD sejak bebrapa tahun lalu. ”Pemasukan dari parkir dan reklame belum signifikan dalam APBD,” katanya juga.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Aan Suhanda mengatakan saat ini pihaknya tengah berupaya menggenjot beberapa sektor pendapatan guna menutupi defisit APBD 2017. Seperti pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak restoran, pajak hiburan dan pajak reklame.

”Pajak-pajak PBB, pakir, restoran, hiburan dan reklame harus digenjot. Agar pemasukan pajaknya lebih cepat lagi. Pekan depan tim kami akan melakukan penyusuran untuk mengejar target-target pajak itu,” katanya juga, kemarin (26/7).

Untuk target PBB, kata Aan lagi, target tahun ini mencapai Rp 275 miliar. Sedangkan target pajak hiburan Rp 44 miliar, target pajak restoran Rp 227 miliar, dan target pajak reklame Rp 87 miliar. ”Rata-rata target semua sektor pendapatan sudah mencapai 50 persen,” ujarnya juga.

Aan menjelaskan, target PAD daerah dalam APBD Kota Bekasi 2017 mencapai Rp 1,8 triliun dan terus dikejar pemasukannya. Hingga Juli ini, pendapatan yang masuk sudah mencapai 58 persen atau sekitar Rp 900 miliar.

Sumber : megapolitan.indopos.co.id

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: