Menperin: Kerja di Pabrik Lebih Sejahtera Dibanding di Sawah

Menperin: Kerja di Pabrik Lebih Sejahtera Dibanding di Sawah

Menteri Perindustrian Airlangga Hartato menjelaskan gaji yang diterima buruh pabrik Klaten dengan besaran Upah Minimum Karyawan (UMK) Rp1,6 juta akan lebih mensejahterakan dibanding bekerja di sawah atau sebagai petani. Hal ini ia sampaikan untuk menekankan pentingnya pengembangan industri untuk menopang pembangunan dan perekonomian daerah saat melakukan kunjungan ke Koperasi Batur Jaya di Klaten, Jawa Tengah.

“Aktivitas industri membawa nilai tambah signifikan bagi pembangunan dan perekonomian daerah dan nasional. Seperti misalnya menyerap tenaga kerja serta penerimaan devisa negara,” ujarnya dikutip dari siaran pers Kementerian Perindustrian, Sabtu, 4 November 2017.

Saat ini, Koperasi Batur Jaya beranggotakan 168 industri kecil dan menengah (IKM) yang bergerak di bidang pengecoran logam. Industri ini ia klaim berhasil menyerap sebanyak 4.500 tenaga kerja untuk memproduksi komponen kendaraan bermotor, kampas rem kereta api, komponen kapal, pompa, burner kompor gas, lampu dan kursi antik.

Airlangga menjelaskan daerah Klaten yang berada di antara Yogyakarta dan Solo menjadikannya sangat strategis bak berlian. Terlebih, kata dia, Klaten memiliki sentra industri kecil dan menengah IKM sektor pengecoran logam yang berpeluang untuk ditumbuhkembangkan. Salah satunya di Koperasi Batur Jaya yang berdiri sejak tahun 1976. Saat ini, koperasi tersebut memasok komponen logam ke beberapa industri besar seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI), Panasonic dan Rinnai.

“Investor sudah ada di sekitaran Klaten. Masyarakatnya pun sudah kenal industri seperti mereka yang bekerja di pabrik gula dan IKM logam. Jadi sektor industri bukan barang baru, tinggal digali terus potensinya,” ujar Airlangga.

Untuk mendukung upaya pembangunan industri di daerah tersebut, Airlangga mengklaim sudah menjembatani  kerja sama antara Koperasi Batur Jaya dengan PT Toyota Indonesia untuk pemenuhan kebutuhan komponen kendaraan. Dengan begitu, ia berharap Koperasi Batur Jaya dapat menjadi tier-2 untuk industri otomotif nasional dengan kualitas yang memenuhi standar.

Selain dengan PT Totoya, Airlangga juga meminta kepada PT KAI (Persero) agar meningkatkan pesanan terhadap blok rem kereta api dari bahan komposit polimer yang diproduksi Koperasi Batur Jaya. Apalagi, Kemenperin sedang menyusun roadmap pengembangan industri kereta api nasional dengan melibatkan IKM komponen kereta api termasuk Koperasi Batur Jaya.

“Upaya tersebut ‎dalam rangka mengoptimalkan potensi produksinya serta mengantisipasi kebutuhan komponen kerata api dalam program pembangunan kereta api cepat dan LRT maupun MRT beberapa kota besar di Indonesia,” ujar Airlangga Hartato.

Sumber : tempo.co

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: