Rasio Pajak, Konsistensi Kebijakan Diperlukan

Upaya untuk menggenjot rasio pajak bisa dilakukan dengan sejumlah hal, tetapi konsistensi kebijakan menjadi prasyarat supaya target rasio pajak tercapai.

Yustinus Prastowo, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), mengatakan di level kebijakan pemerintah harus melihat efektivitas insentif.

“Efektivitas pajak terhadap pengurangan ketimpangan dan kemiskinan,” ungkapnya di Jakarta pada Kamis (4/1/2018).

Adapun, selain konsistensi kebijakan, dia juga mencatat ekatensifikasi ke WP orang pribadi nonkariyawan bisa terus digenjot, apalagi realisasi 2017 menunjukkan adanya pertumbuhan negatif PPh nonmigas.

“Rasio coverage pelayanan terhadap WP juga mesti dilihat,” tambahnya.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi pajak nonmigas tahun lalu per 30 Desember 2017 sebesar Rp1.097,2 triliun atau tumbuh 2,6%, lebih rendah dibandingkan dengan 2016 yang tumbuh 5,8%.

Dengan estimasi realisasi produk domestik bruto (PDB) sebesar 5,05% atau berada di kisaran angka Rp13.033 triliun, maka rasio pajak dalam arti sempit 2017 hanya 8,4%.

Jumlah tersebut mencatatkan realisasi paling rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, 2016 misalnya, rasio pajak sebesar 8,6%.

Sumber : bisnis.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: