Rasio Pajak RI Masih Akan Rendah, hingga 2024 Ditargetkan Cuma 8 Persen

Rasio Pajak RI Masih Akan Rendah, hingga 2024 Ditargetkan Cuma 8 Persen

Rasio pajak di Indonesia masih akan rendah dalam beberapa tahun mendatang. Hingga 2024, pemerintah hanya memasang target rasio pajak maksimal 8,09 persen.

Rasio pajak adalah perbandingan atau persentase penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sehingga, rasio pajak rendah berarti penerimaan pajak juga rendah.

Adapun di tahun ini, rasio pajak ditargetkan 8,57 persen. Sedangkan dalam APBN 2021, rasio pajak ditargetkan melambat 8,18 persen dari PDB.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan, penerimaan pajak di tahun ini dan tahun depan memang menjadi tantangan bagi otoritas fiskal karena adanya pandemi COVID-19. Hal ini karena pemerintah menggelontorkan banyak insentif bagi pelaku pelaku usaha, utamanya di sektor perpajakan.

Tax ratio Indonesia mengalami tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. COVID-19 diprediksi membuat rasio pajak 2020 ada di 7,9 persen dengan banyaknya insentif,” kata Febrio dalam webinar OECD, Kamis (1/10).

Rasio Pajak RI Masih Akan Rendah, hingga 2024 Ditargetkan Cuma 8 Persen (1)

Berdasarkan bahan materi BKF, rasio pajak di 2022 ditargetkan 7,75 – 7,79 persen. Selanjutnya di 2023 ditargetkan 7,76 – 7,99 persen dan pada 2024 ditargetkan 7,86 – 8,09 persen dari PDB.

Febrio menyebut, pihaknya akan tetap berupaya untuk meningkatkan rasio pajak secara bertahap. Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas belanja agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dan perbaikan pengelolaan utang.

Selain itu, reformasi perpajakan dari sisi administrasi dan perbaikan kebijakan juga akan tetap dilakukan. Menurutnya, reformasi perpajakan menjadi motor untuk mendorong rasio pajak sekaligus pengelolaan anggaran negara.

“Tantangan meningkatkan penerimaan ke depan konteksnya harus dilakukan melalui reformasi yang kuat dalam bidang perpajakan. Ini yang sedang kami dorong melalui Omnibus Law,” jelas Febrio.

Sumber: kumparan

http://www.pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: